
GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul , Dinas Kominfo DIY, Dinas Kominfo Gunungkidul menggelar rapat koordinasi bertajuk “Koordinasi Capaian Program Kolaborasi Jogja Smart Province” pada Rabu, 11 Februari 2026. Acara yang bertempat di Ruang Rapat Handayani Sekretariat Daerah ini bertujuan untuk mensinkronkan capaian Smart City di tingkat kabupaten dengan visi Smart Province di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta,.
Kegiatan ini dibuka secara simbolis oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gunungkidul, Setyo Hartato, SIP., MMB., yang hadir mewakili Sekretaris Daerah,. Dalam sambutannya, memaparkan perjalanan impresif Gunungkidul yang secara konsisten meraih penghargaan nasional sejak 2020, termasuk kategori Smart Branding, Smart Society, hingga Smart Living di tahun 2024. Ia juga menyoroti Indeks Smart City Gunungkidul yang mencapai angka 3,81 pada tahun 2024, serta target penyelesaian harmonisasi Peraturan Bupati terkait Master Plan Smart City pada Maret mendatang.
Pola Kolaborasi Baru Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Kominfo DIY, Dr. Sayuri Ega Rafanda (Sari), yang hadir mewakili Kepala Dinas Kominfo DIY, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari pola baru koordinasi. Pihak provinsi kini terjun langsung ke kabupaten/kota untuk menggali informasi utuh dari para pelaksana di lapangan,.
Sari menegaskan bahwa keberhasilan Smart Province sangat bergantung pada kualitas Smart City di wilayahnya. Kolaborasi ini berpijak pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 32 Tahun 2024, yang mencakup berbagai program lintas wilayah di enam dimensi utama, seperti Smart Governance, Smart Living, hingga Smart Society,. “Informasi dari Bapak/Ibu adalah amunisi berharga yang akan kami laporkan kepada Gubernur selaku Ketua Dewan Smart City,” ungkapnya.
Inovasi Berbasis Dana Keistimewaan

Ditambahkan oleh Kepala Kominfo Gunungkidul, terungkap bahwa Gunungkidul telah mengimplementasikan berbagai inovasi yang didukung oleh Dana Keistimewaan (Dais),. Beberapa program unggulan yang menjadi sorotan antara lain:
- “Sabtu Minggu Terakhir”: Sebuah inovasi penanganan kesehatan jiwa yang dilaksanakan di tingkat Puskesmas.
- “Lajang Cakap”: Program literasi perpustakaan yang bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab intensif untuk mengonfirmasi implementasi program kolaborasi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD),. Melalui koordinasi ini, diharapkan adanya integrasi yang lebih kuat antara SPBE dan Smart City guna memastikan efektivitas pelayanan publik di seluruh wilayah DIY,.